Oleh: Diah Saputri (Matematika Swadana 2010 / 10305144031)
http://diah-saputri.blogspot.com
Bilangan irasional
Kita telah mengenal banyak bilangan, seperti halnya
bilangan prima, bilangan real, bilangan cacah, bilangan irasional, bilangan
rasional, bilangan asli dan bilangan bulat. Tetapi disini saya akan membahas
mengenai bilangan irasional khususnya
yg disebut bilangan irasional, sebelumya
perlu kita tahu bahwa penemu bilangan irasional adalah Hippasus dari Metapontum
(ca. 500 SM). Awalnya kita
pasti bertanya-tanya kenapa
disebut bilangan irasional. Tentunya kita
harus mengetahui apakah
tersebut bilangan rasional atau bukan, terlebih
dahulu kita harus mengetahui apa definisi bilangan rasional itu sendiri.
Menurut kamus bahasa indonesia Bilangan rasional adalah bilangan bilangan Real
yang dapat disusun ulang dalam bentuk pecahan a/b dimana a dan b harus
integer. Jadi bilangan irasional adalah
bilangan Real yang tidak dapat disusun ulang dalam bentuk pecahan a/b.
Jadi untuk membuktikan
adalah bilangan irasional kita bisa
menggunakan metode kontradiksi. Yaitu kita mengasumsikan bahwa
merupakan bilangan rasional yang dapat dibentuk
menjadi a/b, pernyataan ini bernilai benar. Selanjutnya kita akan membuktikan
bahwa asumsi yang kita buat itu bernialai salah. Dengan demikian kita dapat
menarik kesimpulan bahwa asumsi yang kita buat itu salah, dan tentunya akan
membuktikan bahwa
adalah bilangan irasional.
Pertama-tama
kita asumsikan
adalah rasional yang dapat diubah menjadi a/b dan
ini pernyataan bernilai benar.
Kemudian kedua ruas dikuadratkan sehingga menjadi
2 = a2/b2
2b2 = a2 ...............................(i)
Dari persamaan tersebut kita ketahui
bahwa ruas kiri tentunya merupakan bilangan genap. Bilangan berapa pun yang
dikalikan dengan dengan 2 akan menjadi bilangan genap. Karena ruas kiri genap
maka ruas kanan haruslah genap juga, kita misalkan saja a = 2k. Selanjutnya
kita subtitusikan ke persamaan (i) sehingga kita peroleh
2b2 = (2k)2
2b2 = 4k2
Dengan demikian kita ketahui bahwa b2
merupakan genap dan tentu saja b haruslah genap. Artinya asumsi ini a dan b
keduannya haruslah genap. Padahal seharusnya a dan b haruslah relattif prima.
Karena apabila a dan b genap tentunya bisa disederhanakan, sehingga a dan b
tidak memenuhi asumsi
= a/b. Jadi
adalah bilangan irasional.
Apa benar jumlah sudut dalam segitiga itu
1800 ?
Apakah sebelumnya kita pernah
terfikir apa benar jumlah sudut dalam segitiga adalah 1800 . Mungkin
saja beberapa dari kita berkata itu sudah suatu ketentuan. Untuk itu saya akan
membuktikan bahwa jumlah sudut dalam segitiga adalah 1800.
Pertama kita buat segitiga sembarang dan kita beri
nama dalam setiap titik sudutnya. Seperti gambar dibawah ini.
Kemudian
kita buat perpanjangan garis dari titik manapun. Misalkan kita perpanjang garis
AC. Lalu, melalui titik C, kita buat
garis yang sejajar dengan AB.
Setelah itu
kita amati gambar tersebut sehingga kita akan mendapat informasi bahwa:
mÐ DCE = mÐ CAB karena sehadab
mÐ DCE = mÐ CAB karena sehadab
mÐ BCE = mÐ ABC karena dalam bersebrangan
mÐ ACB = mÐ ACB karena berhimpit
Dari gambar
kita ketahui bahwa Ð ACB, Ð BCE, Ð ECD terletak dalam satu garis. Jumlah sudut yang
terletak dalam satu garis jumlahnya adalah 1800.
Maka mÐ ACB+ mÐ BCE+ m Ð ECD = 1800
Maka kita dapatkan besar sudut dalam segitiga:
Ð ACB + Ð ABC + Ð CAB = 1800 (Terbukti)
Sejarah bilangan prima
Bilangan
prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu
sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat
habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7,
11, 13, .... dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak
peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima,
walaupun mungkin makin jarang. Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat
bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya.
Bilangan ini
memiliki keistimewaan, yaitu tidak adanya pola yang mengatur kemunculannya,
bilangan prima ini nampak muncul secara acak. Masyarakat pertama yang diketahui
telah mempelajari bilangan ini secara lebih mendalam adalah para matematikawan
dari Yunani Kuno. Selain itu, banyak ahli matematika yang telah mencoba untuk
mengungkap misteri dari bilangan ini pada abad modern. Saat ini bilangan prima
diaplikasikan pada komputer dalam hal pengkodean. Salah satunya adalah
enkripsi. Enkripsi adalah suatu proses transformasi data menggunakan
perhitungan tertentu sehingga tidak dapat dibaca oleh orang lain kecuali bagi
mereka yang telah mengetahui cara perhitungan tersebut.
Bilangan prima
adalah dasar dari matematika, dan sampai saat ini bilangan prima menjadi
misteri alam semesta. Hal ini karena masih banyak permasalahan mengenai
bilangan prima, seperti halnya pola bilangan prima itu sendiri. Karena kita
ketahui bahwa munculnya bilangan prima dalam suatu deret angka itu terjadi
secara acak. Berikut merupakan salah
satu contoh akan hasil penemuan mengenai bilangan prima oleh para ahli
Euclid (325 SM) membuktikan bahwa bilangan prima
memiliki jumlah yang tidak terbatas. Euclid juga membuktikan teorema dasar
aritmatika. Di dalam teori bilangan, teori dasar arimatika menyatakan bahwa
setiap bilangan bulat lebih dari satu dapat dituliskan sebagai perkalian unik
dari bilangan prima, misalnya 6936 = 23 x 31 x 172 ;
1200= 24 x 31 x 52 adalah dua contoh
bilangan yang memenuhi teorema bahwa bilangan-bilangan tersebut dapat
dituliskan sebagai perkalian dari bilangan prima.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar